| « Fanatics in my country | Battlestar Galactica an Epic? » |
Fanatik Di Ibu Pertiwi
note: For my friends who does not understand my language, stay tuned.. translation coming soon
Diskusi lengkap ada disini
Selain di group yahoo saya di http://groups.yahoo.com/group/ICAS-JKT/ saya ingin menulis di blog ini dengan tujuan, marilah kita para orang tua, orang muda, suami-suami, istri-istri, mahasiswa, ber-waspada ria terhadap bahaya yang mengancam negeri kita ini.
Saya ingin tahu pendapat saudara-saudara pembaca. Ini tulisan pertama saya di blog ini dengan menggunakan bahasa Indonesia. Mungkin saudara-saudara dapat memandang secara ilmiah, logika dan manusiawi dan waspada dengan apa yang tengah terjadi di dalam masyarakat Indonesia ini.
Saya sungguh prihatin dengan keadaan beberapa ajaran-ajaran Islam "Extrim" yang menurut saya sangat tidak benar dan akan berakibat kebodohan bangsa. Ada beberapa pengajian yang mengajarkan bahwa:
1. Suami / Istri yang tidak shalat sebaiknya cerai saja
2. Lebih baik menjadi istri ke-sekian orang yang shalat daripada menjadi istri sah orang yang tidak shalat
3. Dilarang mendengarkan musik kecuali musik yang asalnya dari arab, dilarang memainkan alat musik kecuali yang asalnya juga dari arab.
4. Harus mengikuti cara hidup Nabi Muhammad SAW termasuk ikut jamannya dikala itu
5. Berbicara, komunikasi hanya kepada sesama Islam saja, tidak perlu bicara pada orang non-islam.
6. Tidak boleh memajang lukisan apa pun apalagi melukis dan menggambar
7. Adat kebudayaan harus hilang karena kafir, adat arab adalah yang paling benar, cara bicara mesti ikut seperti orang arab.
8. dan lain-lain yang menurut saya tidak masuk akal.
Mau jadi apa bangsa kita ini? bangsa yang kaya budaya dan keaneka-ragaman, Bhineka Tunggal Ika. Saya terus terang pun seorang muslim, tetapi saya menentang ajaran-ajaran semacam ini yang sama sekali tidak masuk di akal.
Mohon maaf sebelumnya bila ada kata-kata saya kurang berkenan di kalangan tertentu. Tapi.. Kyai, Ustad, Habib, wujudnya apa? masih punya nafsu, makan, minum, tidur, buang air besar dan segala jenis nafsu normal "kemanusiaan dan kedagingan" yang lain-lain.
Dengan dalih mereka lebih tahu dan paham soal agama dari pada orang umum lantas mengangkat derajat mereka seperti Nabi besar kita? Beberapa bulan, beberapa tahun masuk pesantren, setelah lulus langsung jadi orang yang paling tahu Allah.
Segala ucapan dan pemikiran serta tindakan mereka "yang masih berwujud
manusia itu" mengatas namakan Allah dan Rasulnya.
Coba pikir sejenak sebagai umat muslim yang INTELEKTUAL dan BER-ILMU:
Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna karena adanya akal budi yang dapat berkembang menjadi suatu budaya yang aneka ragam, seni, musik, kreasi cipta. Kalau itu adalah dilarang, berarti bukankah itu namanya "menyangkal anugerah Allah"? Sebagai contoh, Allah memberikan "nur"nya kepada Indra Lesmana yang sudah dikenal didunia sebagai "maestro musik jazz" dari Indonesia yang juga mengharumkan nama musik Indonesia di berbagai negara. Lalu? apakah itu kafir? kasar kata, Allah menciptakan seseorang yang pandai di bidang musik lantas itu adalah sesuatu yang dilarang Islam?
Orang tua adalah wakil Allah dalam keluarga terhadap anak. Dalam hal anak wanita, maka bila menikah, yang menjadi wakil Allah adalah suaminya : sang Imam dalam keluarga. Kok ya.. lebih percaya Kyai, ustad, habib dari pada percaya Imam-nya sendiri? salam cium tangan
selalu kepada sang kyai.... kepada sang suami belum tentu.
Apa ini yang diinginkan Nabi besar kita? saya rasa tidak.
Meng-arab-arabkan diri, menurut saya Bangsa kita jadi kehilangan identitas diri. Sang Sunan Kalijaga untuk apa "capek-capek" menyusun kisah-kisah pewayangan disertai bunyi-bunyi alunan musik gamelan? dalam menyampaikan ajaran Islam "yang sesungguhnya"
Islam adalah agama yang mengikuti jaman
Islam adalah agama yang memperpandai umatnya
Islam adalah agama perdamaian
Kemana larinya kata-kata itu sekarang? mengucap kata "Allah Hu Akbar!!!" sambil memukuli orang lain yang belum tentu bersalah dalam sangkut paut apa pun. Apa yang diajarkan
kepada anak-anak generasi penerus bangsa kita ini?
"Wahai Muhammad, lindungilah para anak-anak dan wanita NASRANI di kota itu.......dst" astaga sungguh Maha Besar, Maha Pengasih ajaran Allah. (dari ayat Qur'an saya lupa yang mana tapi ada, maaf saya juga manusia yang ada unsur 'lupa')
Almarhum Ayah saya dulu ikut perang kemerdekaan. Dulu si Islam, si Kristen, Si Buddha, Si Hindu, Si Cina, Si blasteran arab atau separo India, Berdiri bersama dengan bambu runcing dalam posisi sebagai PAGAR HIDUP (mereka yg sudah sepakat untuk mati bersama demi menghabisi
peluru Belanda agar kemudian saat Belanda "re-load ammo" giliran gerilyawan kita yang menghabisi mereka). Untuk apa mereka melakukan hal yang sangat menyedihkan itu? UNTUK INDONESIAKU YANG AKU CINTAI, UNTUK ANAK-ANAKKU, UNTUK IBUKU PERTIWI.
Sekarang posisikan kita sebagain para "leluhur" bangsa ini dan melihat apa yang terjadi dengan "anak-cucunya" , seakan-akan hampir semua'anak-cucu' berkata "SAYA YANG PALING BENAR, KAMU SALAH".
Saudara-saudaraku, Menurut saya pribadi, saya tidak akan telan bulat-bulat kata-kata
orang yang masih berwujud manusia, agama bukan untuk memperbodoh bangsa, tapi harus memperpandai dan memajukan bangsa.Apa hakekat ajaran Islam? menurut saya Ahlak, Perbuatan terhadap sesama terhadap Allah dan terhadap Diri sendiri adalah yang paling penting. Apa gunanya Shalat 5 waktu tapi masih menipu diri, mencuri, menyakiti hati orang lain berbuat kejahatan.
Apa seorang Koruptor atau orang yang menyengsarakan nasib orang banyak cukup shalat 5 waktu DIJAMIN masuk surga? apa itu UKURAN KEADILAN?
Islam adalah agama besar yang menjunjung tinggi intelektual, kreatifitas, Ilmu pengetahuan dari matematika, ekonomi, fisika, dan banyak lainnya. Islam adalah tentang "memaksimalkan" batasan-batasan manusia dalam berkembang baik dalam perilaku, ahlak dan budaya masing-masing pemeluknya.
Sekian dari saya, mohon maaf sebelumnya bila ada kata-kata yang kurang berkenan bagi kalangan tertentu.
text asli saya pada saat memulai diskusi beserta komentar-komentar dapat anda lihat disini
ps: For my friends who does not understand my language, stay tuned.. translation coming soon
Trackback address for this post
Trackback URL (right click and copy shortcut/link location)
